"Tidak Ada Guru Bekas": Pesan Mendalam Ustadz Faudzil Adhim tentang Menjaga Keberkahan Ilmu di Haflah Akhirussanah Miftahunnajah 2026
Sleman – Di tengah kemeriahan dan kebahagiaan pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah 2026 di Sportorium Teladan Sleman, terdapat satu sesi yang meninggalkan kesan mendalam bagi para wisudawan, wali santri, dan tamu undangan yang hadir. Sesi tersebut adalah nasihat penuh hikmah yang disampaikan oleh Ustadz Faudzil Adhim mengenai pentingnya menjaga keberkahan ilmu setelah para santri menyelesaikan masa belajarnya di pesantren.
Dalam kegiatan yang mewisuda 122 santri, terdiri dari 45 siswa Madrasah Aliyah dan 77 siswa Madrasah Tsanawiyah, Ustadz Faudzil Adhim mengingatkan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu tidak hanya diukur dari banyaknya pengetahuan yang diperoleh atau gelar yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menjaga adab terhadap ilmu dan para guru yang telah menjadi perantara datangnya ilmu tersebut.
Beliau menegaskan bahwa salah satu kunci keberkahan ilmu adalah memuliakan guru dalam sikap, tindakan, maupun ucapan. Rasa hormat kepada guru tidak boleh berhenti ketika seorang murid telah lulus atau tidak lagi belajar secara langsung kepadanya. Sebab dalam pandangan para ulama, hubungan antara guru dan murid merupakan ikatan yang akan terus melekat sepanjang hayat.
“Tidak ada guru bekas,” menjadi pesan yang sangat kuat dalam nasihat beliau. Seseorang yang pernah mengajarkan satu huruf, satu ilmu, atau satu kebaikan kepada kita tetaplah guru yang wajib dihormati dan dikenang jasanya. Seorang murid yang benar-benar memuliakan ilmu akan senantiasa mengingat orang-orang yang pernah membimbingnya, meskipun kini telah berada di tempat yang berbeda atau menempuh jalan kehidupan yang tidak lagi sama.
Lebih lanjut, Ustadz Faudzil Adhim mengingatkan para wisudawan agar tidak mudah mencela, menjatuhkan kehormatan, atau membicarakan keburukan guru. Bahkan ketika mendengar kabar yang kurang baik mengenai seseorang yang pernah menjadi guru, seorang murid hendaknya tidak tergesa-gesa mempercayai informasi tersebut tanpa melakukan tabayyun dan memastikan kebenarannya.
Menurut beliau, menjaga lisan dari merendahkan guru merupakan bagian dari menjaga keberkahan ilmu yang telah diterima. Sebab ilmu yang bermanfaat tidak hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga dari hati yang dipenuhi rasa hormat dan syukur kepada para pembimbingnya.
Nasihat tersebut semakin menyentuh ketika beliau menjelaskan bahwa apabila seorang guru melakukan kesalahan, maka yang harus diluruskan adalah kesalahannya, bukan kehormatannya sebagai manusia. Seorang murid tetap dituntut menunjukkan akhlak yang baik, sebagaimana Islam mengajarkan untuk tetap berbuat baik dalam interaksi sekalipun tidak mengikuti kesalahan yang dilakukan seseorang.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para wisudawan yang sebentar lagi akan melanjutkan perjalanan ke berbagai jenjang kehidupan dan pendidikan. Di era media sosial yang serba cepat, di mana informasi sering kali menyebar tanpa verifikasi, para lulusan diingatkan untuk menjaga adab, tidak mudah menghakimi, serta mengedepankan tabayyun sebelum mempercayai sebuah kabar.
Nasihat Ustadz Faudzil Adhim seolah menjadi penegas bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah meninggalkan bangku madrasah dan pesantren, para santri dituntut untuk membuktikan bahwa ilmu yang mereka peroleh benar-benar membentuk akhlak dan karakter mereka.
Suasana semakin khidmat ketika para wisudawan menyimak setiap untaian nasihat tersebut. Banyak wali santri yang tampak menganggukkan kepala, merasakan betapa pentingnya adab sebagai pondasi utama keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu.
Pesan tentang keberkahan ilmu itu kemudian terasa semakin kuat ketika di penghujung acara para wisudawan larut dalam lantunan nasyid Qod Ashshohah. Sebuah pengingat bahwa perjalanan belajar yang telah mereka lalui tidak akan bernilai hanya karena ijazah dan kelulusan, melainkan karena kemampuan menjaga amanah ilmu, menghormati guru, serta mengamalkan ilmu tersebut untuk kemaslahatan umat.
Melalui Haflah Akhirussanah 2026, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah tidak hanya melepas para lulusan menuju masa depan, tetapi juga menanamkan pesan yang akan terus mereka bawa sepanjang hayat: ilmu akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan apabila dijaga dengan adab, rasa hormat kepada guru, dan akhlak yang mulia.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Haru dalam Lantunan Qod Ashshohah, Haflah Akhirussanah Ponpes Modern Miftahunnajah 2026 Lepas 122 Wisudawan
Sleman – Suasana haru, khidmat, dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah Tahun 2026 yang digelar di Sportorium Telad
Didampingi Prof. Siti Helmyati, MA Miftahunnajah Sleman Siapkan Pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema &ldquo
“Wujudkan Madrasah Sehat Berkelanjutan, MA Miftahunnajah Sleman Bentuk Pokja Kesehatan Bersama PKGM FK-KMK UGM”
Sleman – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang
Syiar Idul Adha 1447 H: Langkah Visioner Madrasah Miftahunnajah Sleman ‘Sebar’ Para Ustadz Jadi Imam dan Khatib
SLEMAN – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman kembali menunjukkan langkah konkret dalam mengaktualisasikan visi dakwah yang inklusif dan berdampak luas. Pada pelaksanaan shal
“OSIS Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Cerminan” — Pembinaan OSIS MA Miftahunnajah Bangun Karakter Pemimpin Muda
Sebanyak 42 anggota OSIS MA Miftahunnajah Sleman mengikuti kegiatan pembinaan rutin OSIS yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 20.00–21.30 WIB bertempat di Masjid Jami' M
Semarak Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa MA Miftahunnajah, Wadah Tumbuhkan Percaya Diri dan Kreativitas Santri
Suasana penuh semangat, kreativitas, dan keberanian tampil mewarnai kegiatan Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa yang diselenggarakan oleh Divisi Bahasa Osami dan Divisi Literasi Ba
Serunya Outing Multimedia MA Miftahunnajah di Gamplong
Sabtu, 16 Mei 2026, kegiatan ekstrakurikuler multimedia MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan outing edukatif ke Studio Alam Gamplong. Kegiatan dimulai pukul 07
Mikrokonseling MA Miftahunnajah Sleman: Pendampingan Sosial Emosional untuk Mendukung Prestasi Siswa
Sleman - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kesehatan sosial emosional siswa, MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan kegiatan mikrokonseling berupa konseling individu dan kelompok b
MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Pendampingan Santri melalui Pelatihan Sosial Emosional Asatiz
Sleman - Suasana penuh semangat dan antusias tampak dalam kegiatan pelatihan dan pembekalan asatidz di MA Miftahunnajah Sleman yang diikuti oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dan tim ke
Sinergi Juara! MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua Jelang FLS3N 2026
Sleman- MA Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan keseriusannya dalam membina prestasi siswa dengan menggelar rapat koordinasi bersama orang tua peserta lomba FLS3N. Kegiatan ini dilaks

