Sleman – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Replikasi dan Penguatan Program Health Promoting School dalam Peningkatan Gizi dan Kesehatan Remaja Berbasis Pengalaman Implementasi”, yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut kerja sama dan implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara MA Miftahunnajah Sleman dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan Program Health Promoting School (HPS) atau Sekolah Promosi Kesehatan yang selama ini telah diimplementasikan di lingkungan MA Miftahunnajah. Program tersebut berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi remaja melalui pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan, lingkungan sekolah, serta partisipasi aktif seluruh warga madrasah.
FGD berlangsung dengan pendampingan langsung dari pakar gizi dan kesehatan masyarakat, Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes, bersama tim dari PKGM FK-KMK UGM. Dalam forum tersebut, berbagai pengalaman implementasi program kesehatan sekolah dibahas secara komprehensif, termasuk strategi replikasi program, penguatan kebijakan kesehatan di lingkungan madrasah, hingga langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi peserta didik.
Persiapan Pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah
Salah satu agenda utama dalam FGD ini adalah persiapan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kesehatan Madrasah, yang nantinya akan menjadi motor penggerak berbagai program kesehatan di MA Miftahunnajah Sleman.
Pokja Kesehatan dirancang sebagai wadah kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur madrasah, terdiri atas:
- Kepala Sekolah
- Guru Bidang Kesiswaan (1 orang)
- Guru Wali Kelas Perwakilan Kelas X (1 orang)
- Guru Wali Kelas Perwakilan Kelas XI (1 orang)
- Guru Wali Kelas Perwakilan Kelas XII (1 orang)
- Guru Pengampu/Pendamping Asrama (1 orang)
- Guru Pendamping OSIS Bidang Program Kesehatan (1 orang)
- Guru Bagian Tata Usaha (1 orang)
- Guru Penanggung Jawab Ekstrakurikuler (1 orang)
Keberadaan Pokja Kesehatan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengevaluasi berbagai program kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Workshop Antropometri untuk Kader Kesehatan Siswa
Menariknya, pada waktu yang sama juga diselenggarakan Workshop Pengukuran Antropometri yang diikuti oleh kader kesehatan siswa dari unsur pengurus OSIS dan Organisasi Santri MA Miftahunnajah (OSAMI).
Dalam workshop ini, para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik pengukuran antropometri yang benar, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta pemahaman mengenai pemanfaatan data tersebut dalam pemantauan status gizi dan kesehatan remaja. Para siswa juga dikenalkan dengan penggunaan berbagai alat kesehatan serta praktik implementasi kesehatan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun asrama.
Peserta Putra
- Al Viyan Zainurrofiq
- Abdul Hakim
- Nabil Candra Maulana
- Ihsan Noor Hidayat
- Khoirul Tri Pamungkas
Peserta Putri
- Keysha Ayunda Putri
- Nazula Nurul Aini Az Zahra
- Wafiqah Izah Rana
- Yuniar Ayatul Husna
- Nasywa Fawwas Ramadhani
- Ghaida Najla Izzati
- Meina Putri Anggraini
Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan dapat menjadi kader kesehatan yang mampu berperan aktif dalam mendukung program kesehatan madrasah serta menjadi agen perubahan bagi teman sebaya dalam menerapkan pola hidup sehat.
Membangun Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Madrasah
Kepala MA Miftahunnajah Sleman, Muslikh Bahaddur, S.Pd. menyambut baik keberlanjutan kerja sama dengan PKGM FK-KMK UGM. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu menciptakan budaya hidup sehat bagi seluruh warga madrasah.
Melalui FGD dan berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan, MA Miftahunnajah Sleman semakin memantapkan langkahnya sebagai madrasah yang peduli terhadap kesehatan dan gizi remaja. Dengan dukungan para ahli dari PKGM FK-KMK UGM, pembentukan Pokja Kesehatan serta penguatan kader kesehatan siswa diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan Program Health Promoting School di masa mendatang.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kesehatan peserta didik, sehingga lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Komitmen Madrasah dalam Membangun Budaya Sehat
Kepala MA Miftahunnajah Sleman, Muslikh Bahaddur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PKGM FK-KMK UGM yang terus mendampingi madrasah dalam pengembangan Program Health Promoting School. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pendidikan, sehingga perlu menjadi perhatian bersama seluruh warga madrasah.
“Program ini sangat penting bagi MA Miftahunnajah karena kesehatan peserta didik menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan belajar. Melalui pendampingan dari PKGM FK-KMK UGM, kami mendapatkan banyak wawasan dan praktik baik dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah merupakan langkah strategis untuk memastikan berbagai program kesehatan dapat berjalan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Pokja Kesehatan nantinya akan menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan berbagai program kesehatan di madrasah. Kami berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Ini bukan hanya program sesaat, tetapi ikhtiar jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Muslikh Bahaddur juga menegaskan bahwa keterlibatan siswa sebagai kader kesehatan melalui OSIS dan OSAMI merupakan langkah penting dalam menumbuhkan kesadaran kesehatan sejak dini. Dengan adanya pelatihan antropometri dan berbagai kegiatan pendukung lainnya, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan madrasah, asrama, maupun masyarakat.