Dibesarkan di Lingkungan Pesantren, Lolos Ilmu Fisika ITS Surabaya! Kisah Hukma Attaqiya Buktikan Santri Bisa Bersinar di Dunia Sains Tanpa Meninggalkan Nilai-Nilai Keislaman
Sleman, 07 Juni 2026 – Di tengah gegap gempita Haflah Akhirussanah MA Miftahunnajah Sleman Tahun Ajaran 2025/2026, terselip kisah inspiratif seorang wisudawan yang berhasil membuktikan bahwa kecintaan terhadap ilmu agama dapat berjalan beriringan dengan prestasi di bidang sains dan teknologi. Ia adalah Hukma Attaqiya, wisudawan asal Kebumen, Jawa Tengah, yang berhasil diterima pada Program Studi S-1 Ilmu Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, salah satu program studi sains murni paling menantang dan bergengsi di Indonesia.
Keberhasilan Hukma menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MA Miftahunnajah Sleman. Di balik senyumnya yang ceria, tersimpan perjalanan panjang seorang santri yang sejak kecil tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kuat, namun tidak pernah membatasi rasa ingin tahunya terhadap dunia sains.
Hukma merupakan putri pertama dari Ustadz Fatah Banani, pengasuh dan pimpinan Pondok Pesantren Ar-Risalah Kebumen, salah satu pondok pesantren besar yang dikenal luas di Kabupaten Kebumen. Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam, Ustadz Fatah Banani juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Kebumen selama dua periode yang berakhir pada tahun 2015.
Lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren membuat Hukma akrab dengan suasana mengaji, hafalan Al-Qur'an, kajian kitab, dan kehidupan santri sejak usia dini. Namun menariknya, kecintaannya terhadap ilmu agama tidak menghalangi ketertarikannya pada dunia sains.
Sejak kecil, Hukma dikenal sangat menyukai pelajaran yang berkaitan dengan fenomena alam. Ia senang bertanya tentang bagaimana alam semesta bekerja, mengapa benda dapat bergerak, bagaimana listrik mengalir, hingga berbagai pertanyaan ilmiah yang sering kali membuat orang di sekitarnya takjub.
Meski memiliki minat yang besar pada sains, Hukma tetap tumbuh sebagai pribadi yang dekat dengan nilai-nilai keislaman. Pendidikan pesantren yang diperolehnya sejak kecil menjadi fondasi kuat yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat belajarnya.
Menembus Salah Satu Program Studi Sains Paling Menantang
Bagi sebagian besar lulusan SMA atau MA, memilih Program Studi Fisika mungkin bukan pilihan yang umum. Jurusan ini dikenal memiliki tingkat kesulitan akademik yang tinggi karena menuntut kemampuan matematika, logika, analisis, dan pemecahan masalah yang kuat.
Mahasiswa Fisika tidak hanya mempelajari rumus-rumus dasar seperti yang diajarkan di sekolah menengah, tetapi juga mendalami berbagai cabang ilmu seperti mekanika, elektromagnetisme, fisika kuantum, fisika material, instrumentasi, optoelektronika, geofisika, hingga fisika medis. Banyak mahasiswa dan alumni fisika mengakui bahwa program studi ini membutuhkan ketekunan, kecintaan terhadap sains, dan kemampuan berpikir yang mendalam untuk dapat bertahan dan berkembang.
Karena itulah, keberhasilan Hukma diterima di Program Studi S-1 Ilmu Fisika ITS menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Tidak hanya karena ITS merupakan salah satu perguruan tinggi teknologi terbaik di Indonesia, tetapi juga karena Program Studi Fisika ITS dikenal memiliki orientasi kuat pada pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan penerapan teknologi.
Program Studi Sarjana Fisika ITS memiliki visi untuk menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan fisika serta penerapannya dalam teknologi di tingkat nasional maupun internasional. Misinya meliputi penyelenggaraan pendidikan fisika berstandar nasional dan internasional, penguatan penelitian dan diseminasi ilmu fisika, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan.
Menariknya, tujuan pendidikan Program Studi Fisika ITS tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk lulusan yang etis, bertanggung jawab, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta mampu berkolaborasi dalam lingkungan global.
Nilai-nilai tersebut sangat selaras dengan karakter yang selama ini ditunjukkan oleh Hukma selama menempuh pendidikan di MA Miftahunnajah Sleman.
Ceria, Rendah Hati, dan Menjadi Inspirasi Teman-Temannya
Di lingkungan madrasah, Hukma dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan selalu membawa energi positif. Senyum dan keceriaannya membuat ia memiliki banyak teman. Namun di balik sifatnya yang riang, Hukma tetap dikenal sebagai sosok yang santun dalam bertutur kata dan menghormati guru maupun teman-temannya.
Para ustadz dan ustadzah mengenalnya sebagai santri yang memiliki semangat belajar tinggi. Ia mampu menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak harus membuat seseorang menjadi eksklusif atau sulit berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan akhlak yang baik menjadi salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki Hukma. Ia mampu membangun hubungan yang hangat dengan teman-temannya sekaligus mempertahankan prestasi akademik yang membanggakan.
Wujud Nyata Visi MA Miftahunnajah Sleman
Perjalanan Hukma Attaqiya merupakan gambaran nyata keberhasilan MA Miftahunnajah Sleman dalam mewujudkan visinya, yaitu:
"Terwujudnya generasi Qur'ani, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan lingkungan menuju insan rahmatan lil 'alamin."
Kisah Hukma menunjukkan bahwa santri tidak harus memilih antara menjadi ahli agama atau menguasai ilmu pengetahuan modern. Keduanya dapat berjalan berdampingan dan saling menguatkan.
Kecintaannya terhadap ilmu fisika sejak kecil, yang dibarengi dengan pendidikan agama yang kuat, menjadi bukti bahwa integrasi antara nilai-nilai keislaman dan penguasaan sains bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru dari perpaduan tersebut lahir generasi yang mampu memahami kebesaran Allah melalui kajian ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah.
Keberhasilan Hukma juga sejalan dengan misi madrasah yang menekankan pengembangan aspek qolbiyah, aqliyah, dan jasadiyah secara seimbang, sekaligus menghadirkan pembelajaran yang mendorong active learning, deep thinking, dan problem solving dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Dari Kebumen untuk Indonesia
Perjalanan Hukma Attaqiya dari lingkungan pesantren di Kebumen hingga berhasil menembus Program Studi Fisika ITS Surabaya menjadi inspirasi bagi banyak santri di seluruh Indonesia.
Kisahnya mengajarkan bahwa latar belakang pesantren bukanlah penghalang untuk berprestasi di bidang sains. Sebaliknya, nilai-nilai kedisiplinan, ketekunan, dan kecintaan terhadap ilmu yang tumbuh di pesantren dapat menjadi modal besar untuk meraih kesuksesan di perguruan tinggi terbaik.
Dari seorang putri pesantren yang tumbuh di tengah lantunan ayat-ayat Al-Qur'an, kini Hukma melangkah menuju dunia fisika dan penelitian modern. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa santri mampu menjadi bagian penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa.
Selamat kepada Hukma Attaqiya atas keberhasilannya diterima di Program Studi S-1 Ilmu Fisika ITS Surabaya. Semoga menjadi ilmuwan muslimah yang menginspirasi, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan dunia.
Biro Sukses Studi Lanjut

(Hukma bersama Ustadzah Melia Handayani, S.Pd., Gr., M.Pd.)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Dari Peringkat 4 DIY Menuju Capaian Lebih Tinggi, MA Miftahunnajah Sleman Mantapkan Kesiapan TKA 2026
Sleman — Semangat mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi akademik terus ditunjukkan oleh MA Miftahunnajah Sleman. Salah satu langkah konkret yang dilakukan madrasah adalah
Santri MA Miftahunnajah Sleman Berprestasi dalam Sertifikasi Hafalan Al-Qur’an HAWASI UII 2026, Wujudkan Generasi Qur’ani
Sleman, 17 Oktober 2026 — Alhamdulillah, santri MA Miftahunnajah Sleman kembali menorehkan prestasi dalam bidang Al-Qur’an melalui keikutsertaan dalam Sertifikasi Hafalan Al
MA MIFTAHUNNAJAH SLEMAN GELAR DEBAT CALON KETUA OSIS DAN KOORDINATOR KEMUSLIMAHAN 2026, DORONG LAHIRNYA PEMIMPIN MUDA BERKARAKTER DAN BERPRESTASI
Sleman, 15 Oktober 2026 — Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Miftahunnajah Sleman menyelenggarakan debat calon Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan calon Koordinator Divisi K
Naila Syifa F. Harumkan Nama MA Miftahunnajah Sleman di Ajang Internasional, Raih Juara 1 Speech Contest IYACC 2026
Sleman, 10 Oktober 2026. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri MA Miftahunnajah Sleman. Naila Syifa F. berhasil meraih Juara 1 Speech Contest dalam ajang International Yo
Professor Goes To School : MA Miftahunnajah Sleman Hadirkan Prof. Arif Nirsatmanto, Ajari Siswa Mengenal Allah Melalui Kepedulian Terhadap Lingkungan
MA Miftahunnajah Sleman kembali menghadirkan ruang belajar yang inspiratif melalui kegiatan “Profesor Goes to School” yang dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, bertempa
Mari Jadikan Hari Penjengukan sebagai Momentum Membangun Komunikasi Berkualitas Bersama Anak
MA Miftahunnajah Sleman mengajak seluruh walisantri untuk menjadikan hari penjengukan pada Ahad, 11 Oktober 2026, bukan sekadar sebagai kesempatan untuk bertemu dan melepas rindu bersam
MA Miftahunnajah Sleman Raih Sejumlah Prestasi pada PKM 2026 Tingkat Kabupaten Sleman
Sleman, 7 Oktober 2026 — Alhamdulillah, kabar membanggakan kembali datang dari para santri MA Miftahunnajah Sleman. Dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) 2026 Tingkat Kabupat
Ridha atas Kemenangan, Ikhlas Menerima Hasil: PKM Sleman 2026 Ditutup dengan Semangat Sportivitas
Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Kabupaten Sleman Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses. Rangkaian kompetisi yang mempertemukan peserta didik madrasah dari seluruh Kabupaten Sleman ters
MA Miftahunnajah Sleman Teguhkan Komitmen Membentuk Generasi Qur’ani dan Rahmatan lil ‘Alamin melalui Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja
Rabu, 07 Oktober 2026 - MA Miftahunnajah Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan Deklarasi Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Paham Radikalisme yang diikuti oleh berbagai sa
Bukan Sekadar Kompetisi, PKM 2026 Jadi Ruang Menempa Talenta, Karakter, dan Masa Depan Murid
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan PKM 2026. Hal tersebut disampaikan dalam

