Bukan Sekadar Kompetisi, PKM 2026 Jadi Ruang Menempa Talenta, Karakter, dan Masa Depan Murid
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan PKM 2026. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat hadir untuk memberikan doa dan restu atas pelaksanaan kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi dan talenta murid madrasah di Kabupaten Sleman.
H. Nadhif mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi bersama seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKM 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena dapat bersilaturahmi dalam rangka memberikan doa dan restu untuk pelaksanaan PKM 2026. Semoga kegiatan ini diberikan keberkahan, kesuksesan, dan kelancaran,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena hadir sedikit terlambat akibat harus mengikuti rapat bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Meski demikian, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mempersiapkan serta menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut H. Nadhif, pelaksanaan PKM merupakan bentuk kolaborasi yang penting karena kegiatan tersebut belum terfasilitasi melalui DIPA Kankemenag Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, ia menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang dibangun oleh madrasah aliyah se-Kabupaten Sleman dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa PKM tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi maupun audisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki nilai edukasi dalam membangun harmoni, menumbuhkan pengalaman belajar, serta menanamkan nilai-nilai positif yang diharapkan terus mengakar dan berkembang menjadi karakter peserta didik.
“PKM bukan sekadar kompetisi atau audisi, tetapi juga memiliki makna edukasi. Di dalamnya ada proses membangun harmoni dan menanamkan nilai-nilai yang terus mengakar hingga menjadi karakter,” jelasnya.
Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Artificial Intelligence
Dalam sambutannya, H. Nadhif juga mengingatkan bahwa lembaga pendidikan saat ini menghadapi tingkat kompleksitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), menghadirkan perubahan yang sangat cepat dalam kehidupan dan dunia pendidikan.
Ia menggambarkan bagaimana teknologi AI mampu mengakses dan mengolah informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Berbagai pertanyaan dapat dijawab dengan mudah melalui teknologi tersebut.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan bagi madrasah untuk menentukan langkah dan arah pendidikan. Madrasah tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi harus memastikan bahwa perubahan tersebut tetap berada dalam koridor visi dan misi pendidikan.
“Kita semua diberikan amanah untuk mengawal pendidikan. Jangan sampai di tengah dinamika perubahan yang begitu cepat, visi dan misi lembaga pendidikan justru bergeser,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya pengalaman belajar yang mampu membentuk kemampuan berpikir peserta didik. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang dapat berpikir logis, memahami hubungan sebab-akibat, berpikir kritis, menganalisis, dan melakukan evaluasi.
Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bagian penting dari tanggung jawab madrasah dalam menyiapkan generasi masa depan. Peserta didik juga perlu didorong untuk mampu berpikir kreatif yang menghasilkan inovasi serta berpikir etis yang berlandaskan nilai-nilai moral.
“Hal-hal seperti berpikir kritis, kreatif, dan etis tidak bisa sepenuhnya dipercayakan kepada AI. Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting,” tegasnya.
Sinergi Madrasah, Keluarga, dan Masyarakat
Selain perkembangan teknologi, H. Nadhif menyebut adanya tantangan lain yang perlu mendapatkan perhatian, yakni persoalan disonansi atau ketidakselarasan antara lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan. Sebagus apa pun sebuah lembaga pendidikan, hasil pendidikan akan lebih optimal apabila terdapat keselarasan antara madrasah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
“Tanggung jawab pendidikan tidak boleh berhenti pada lembaga pendidikan. Harus ada kolaborasi antara masyarakat dan keluarga sehingga apa yang dibangun di madrasah dapat berjalan selaras dengan lingkungan dan keluarga,” ujarnya.
Sinergi tersebut menjadi penting karena pendidikan pada hakikatnya merupakan proses bersama dalam membentuk karakter, kemampuan, dan masa depan peserta didik.
PKM sebagai Ruang Menjawab Disrupsi Profesi
Tantangan berikutnya yang disoroti H. Nadhif adalah disrupsi profesi. Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis membuat lulusan pendidikan tidak selalu dapat bekerja secara simetris dengan jurusan atau bidang yang dipelajarinya.
Ia menilai bahwa dunia pendidikan perlu mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan yang lebih luas, termasuk kemampuan mengenali potensi dan talenta diri.
Dalam konteks tersebut, PKM dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu ruang untuk menjawab tantangan perkembangan potensi peserta didik. Melalui kegiatan semacam PKM, madrasah dapat menemukan dan mengembangkan berbagai talenta siswa yang sebelumnya mungkin belum terlihat atau bahkan belum terpikirkan.
“PKM ini menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan disrupsi potensi anak-anak. Karena itu, perlu terus dikembangkan cabang-cabang kegiatan dan ruang-ruang baru untuk menggali talenta anak yang dahulu mungkin tidak terbayangkan, tetapi sekarang justru menjadi kebutuhan,” ungkapnya.
Ia berharap PKM dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi ruang yang mampu memberikan pengalaman, membangun karakter, mengembangkan kreativitas, sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan zaman.
Melalui pelaksanaan PKM 2026, madrasah diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, etis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi landasan pendidikan madrasah.


Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
UGM Edukasi tentang Pola Hidup Sehat di MA Miftahunnajah Sleman
Pada Jumat, 17 Juli 2026, Tim Pengabmas PKGM melaksanakan kegiatan Edukasi tentang Pola Hidup Bersih & Sehat (PHBS) yang diikuti oleh siswa baru kelas X MA Miftahunnajah Sleman. H
Belajar Hari Ini, Menuai Kesuksesan Esok
Setiap langkah kecil dalam menuntut ilmu adalah investasi untuk masa depan. Belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga membentuk karakter, melatih kedisiplin
BAZNAS Kabupaten Sleman Tinjau Perkembangan Program Kemandirian Ekonomi di MA Miftahunnajah Sleman
Sleman, 21 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman melaksanakan kunjungan dan monitoring ke Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah Sleman, khususnya jenja
Dokumentasi MATAMUDA ( Masa Ta'aruf Murid Madrasah ) MA Miftahunnajah Sleman
Rangkain kegiatan MATAMUDA 12-15 Juli 2026 di MA Miftahunnajah Sleman alhamdulillah berjalan dengan lancar. Berikut foto-foto kegiatannya.
Ini Pesan Menyentuh Ari Prayitno, orangtua Ibrahim Zayyan, Wali santri baru 2026
Transkrip pidato penyerahan santri MA Miftahunnajah Sleman dalam acara Seremonial Serahterima sekaligus check in asrama santri baru 2026. Oleh Bapak Ari Priyatno, Ayahanda dari Ibrahim
Keteguhan Berbuah Manis: Hisyam Abdul Halim Lolos SNBT 2026 dan Raih Impian Kuliah Statistika di UNS
SLEMAN – Kerja keras, keteguhan, dan konsistensi akhirnya mengantarkan Hisyam Abdul Halim, wisudawan angkatan 6 MA Miftahunnajah Sleman, meraih cita-cita yang telah ia bidik sejak
"Tidak Ada Guru Bekas": Pesan Mendalam Ustadz Faudzil Adhim tentang Menjaga Keberkahan Ilmu di Haflah Akhirussanah Miftahunnajah 2026
Sleman – Di tengah kemeriahan dan kebahagiaan pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah 2026 di Sportorium Teladan Sleman, terdapat satu sesi yang meni
Haru dalam Lantunan Qod Ashshohah, Haflah Akhirussanah Ponpes Modern Miftahunnajah 2026 Lepas 122 Wisudawan
Sleman – Suasana haru, khidmat, dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah Tahun 2026 yang digelar di Sportorium Telad
Didampingi Prof. Siti Helmyati, MA Miftahunnajah Sleman Siapkan Pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema &ldquo

