Jagalah Allah, Maka Allah Selalu Menjagamu, Pesan Pembina Yayasan di Rapat Bulanan Asatiz MA Miftahunnajah Sleman
SLEMAN--- Kapan kita mengingat Allah? Saat kita susah apa saat kita senang? Pertanyaan retoris ini dilontarkan Pembina Yayasan, ust Trilasanto Joko Suprapto mengawali kajian dalam pembinaan bulanan asatiz MA Miftahunnajah Sleman, Sabtu 5 November 2022.
Menggunakan Gedung Kelas lt. 2, ustaz Tri melanjutkan materi kajiannya dengan mengutip hadits Arba'in nomor hadits 19 yang isinya perintah untuk mengingat dan berakhlak kepada Allah dalam setiap waktu, yakni senantiasa menjaga Allah tidak hanya di waktu senang namun juga di waktu sulit.
Berikut kutipan hadits.
احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ،
“…Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu….”
Ustaz Tri menyontohkan, kecenderungan manusia belum ingat kepada Allah dalam setiap keadaan. Ingat Allah hanya ketika dalam keadaan kesulitan. Bahkan dalam hal ibadah sekalipun, kadang-kadang tidak ingat kepada Allah SWT.
Misalnya, perintah Allah SWT untuk melaksanakan sholat ketika membutuhkan pertolongan, sebagaimana yang termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 45, yang terjemahnya, “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu”, tentang ini, senyatanya belum banyak orang yang mengamalkan akhlak kepada Allah yang mulia ini.
"Berapa banyak di antara kita ketika menjumpai masalah (dalam mendidik) kita menggapai solusinya dengan sabar dan sholat; dengan mendekat kepada Allah?", tanyanya.
Jika diperhatikan, umumnya para asatiz bisa berakhlak baik kepada ustaz/ah lain atau sesama manusia, misalnya berprilaku baik, berlaku adil, mendamaikan dst, akan tetapi kadang-kadang kurang memperhatikan akhlak terhadap Allah SWT.
"Sudahkah kita berakhlak kepada Allah? Sudahkah sholat kita itu sudah benar-benar berakhlak kepada Allah; punya kesadaran/khusyuk dalam sholat?”, kembali pertanyaan retoris dilontarkan.
Semangat dan pemahaman ini diharapkan diajarkan kepada para santri yang berusia beberapa belas tahun di madrasah. "Nha ajaran mulia ini akan kita ajarkan ke para santri kita. Jadi, ketika menjumpai persoalan (dalam mendidik) agar dapat menggapai solusinya, lakukanlah dengan sholat, dengan mendekat kepada Allah", nasihatnya.
ustadz Trilasanto saat menyampaikan kajiannya
Ustaz Tri memberikan contoh lain sikap kurang berakhlak kepada Allah SWT adalah ketika mendapatkan kenikmatan dan kemudahan merasa bahwa kebaikan yang diterima ini adalah karena amal-amal yang dilakukan. “Penyakitnya manusia, jika banyak mendapat kenikmatan dan kegembiraan, merasa sedang dikasih oleh Allah; merasa karena amal-amal kebaikan yang dilakukan. Akan tetapi, ketika mendapat ujian kesulitan kecenderungannya merasa ini sedang diuji sehingga baru memperbanyak ibadah dan dzikir kepada Allah. Dzikir kita baru keluar kalau dalam keadaan berduka! ” jelasnya.
Dijelaskan pula dalam lanjutan hadits, jika kita dekat dengan Allah di saat lapang, maka Allah akan dekat dengan kita di saat kita dalam kesulitan. “Kenalkanlah dirimu kepada Allah di saat lapang, maka engkau akan dikenal Allah pada saat susah”, lanjutnya.
Bentuk kita menjaga Allah dan selalu menyambung dengan Allah adalah dengan berdzikir, sholat, puasa dan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah yang lainnya. “…Ini adalah hal yang perlu dilakukan agar kita mendapatkan penjagaan dari Allah SWT”, paparnya.
Red.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Miftahunnajah Sleman Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru STTKD
Sleman – Jum’at, 27 Februari 2026, MA Miftahunnajah Sleman bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) melaksanakan kegiatan sosialisasi P
MA Miftahunnajah Sleman Raih Peringkat 4 TKA 2025 Se-DIY, Bukti Konsistensi Mutu dan Penguatan Studi Lanjut
MA Miftahunnajah Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan melalui capaian membanggakan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 tingkat Daerah Istimewa Yo
TARHIB RAMADHAN: "la`allahum yattaqun"
Ust. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D. Ramadhan bukan sekadar bulan biasa. Ia adalah tamu agung yang datang membawa ampunan, rahmat, dan kesempatan besar untuk berubah.
MA Miftahunnajah Sleman Jalin Kerja Sama dengan Salimah Sleman Siapkan Program “Serasi Belia” bagi Siswa Kelas XII
Sleman (3/2/2026) — Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman menjalin kerja sama strategis dengan organisasi perempuan Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Sleman dalam rang
MA Miftahunnajah Sleman Gaungkan Pentingnya Kesehatan Mental dan Fisik Remaja
Sleman – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik di kalangan remaja terus menjadi perhatian serius Madrasah Aliyah Miftahunnajah Sleman. Hal ini diwujudkan melalui ke
Pembinaan Rutin Asatidz, Guru, dan Karyawan Miftahunnajah: Menegur Tanpa Melukai, Mendidik Tanpa Menghakimi
Miftahunnajah — Pondok Pesantren Miftahunnajah kembali menggelar kegiatan pembinaan rutin bagi asatidz, guru, dan karyawan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendid
Strategi Bangun Generasi Tembus PTN: MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Tren Positif Sukses Studi Lanjut Lewat Program Jam Ke-0 SNBT 2026
Sleman, 19 Januari 2026. MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mengantarkan siswa menuju perguruan tinggi melalui penguatan Program Sukses Studi Lanjut (SSL). Melan
OSAMI Resmi Dilantik, MA Miftahunnajah Sleman Tegaskan Identitas Madrasah Berbasis Kepesantrenan
Sleman — MA Miftahunnajah Sleman secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus OSAMI (Organisasi Santri MA Miftahunnajah Sleman) pada Kamis, 16 Januari 2026. Pelantikan ini menjad
MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Program Unggulan Bimbingan Belajar SNBT 2026 bagi Siswa Kelas XII
Sleman, 17 Januari 2025 — MA Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi peserta didik menuju jenjang pendidikan tinggi melalui penguatan program unggulan
Miftahunnajah Berkisah #5 Sukses Digelar, Ribuan Anak Khidmat Peringati Isra’ Mi’raj di MA Miftahunnajah Sleman
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman bekerja sama dengan BADKO Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Miftahunnajah Berkisah #5 pada Kamis, 16 Januari 2026. Ke
